Back

UT Purwokerto Gelar Gema Mujahadah Kubro, Perkuat Nilai Spiritual dan Intelektualitas

IMG_E0268
previous arrow
next arrow

PURWOKERTO – Universitas Terbuka Purwokerto kembali menggelar kegiatan keagamaan bertajuk Gema Mujahadah Kubro, sebagai bagian dari penguatan nilai spiritual sekaligus refleksi kebangsaan. Kegiatan yang diselenggarakan di Aula lantai 4 UT Purwokerto, Jumat (24/4/2026), menghadirkan Pendiri dan Pengasuh Ponpes Al Falah Tinggarjaya, Jatilawang, Al Mukarrom Romo KH Ahmad Shobri.

Direktur UT Purwokerto, Dr Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si menegaskan, kegiatan ini memiliki makna mendalam dalam membangun keseimbangan antara aspek akademik dan spiritual di lingkungan kampus.

“Kegiatan Gema Mujahadah Kubro ini bukan sekadar seremonial keagamaan, tetapi menjadi perwujudan nyata sinergi antara kekuatan spiritual dan kecerdasan intelektual,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan pelaksanaan salat Subuh berjamaah dan khatmil Al-Qur’an oleh para santri. Selanjutnya, pada sore hari, kegiatan mujahadah dihadiri sekitar 2.000 peserta dari berbagai kalangan.

Menurutnya, mujahadah merupakan bagian dari dzikrul ghofilin yang diyakini mampu menenangkan hati.

“Dzikir adalah upaya mengingat Allah sekaligus menenangkan hati. Ini menjadi momen refleksi diri sekaligus ungkapan rasa syukur serta doa bersama untuk keselamatan dan keutuhan bangsa,” jelasnya.

Dalam konteks kebangsaan, kegiatan ini juga menjadi respon atas berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini, mulai dari dinamika global, kebijakan pemerintah, hingga bencana alam dan konflik sosial. Doa bersama dinilai sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam mendukung perjalanan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Sebagai perguruan tinggi negeri, UT memiliki tanggung jawab menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan, termasuk Sima’an Al-Qur’an dan dzikir bersama yang melibatkan civitas akademika dan para ulama.

“Pengabdian masyarakat bagi kami adalah cara mendekatkan UT dengan masyarakat. Kami menjunjung ukhuwah wathoniyah, ukhuwah basyariyah, tanpa meninggalkan ukhuwah islamiyah. Ini adalah bentuk khidmat kami untuk bangsa dengan semangat Islam yang inklusif,” ungkapnya.

Dia juga menegaskan pentingnya peran ulama dalam membimbing kehidupan akademik dan spiritual. Menurutnya, semangat “Iqra” sebagai wahyu pertama menjadi landasan utama dalam dunia pendidikan, termasuk di Universitas Terbuka.

“UT tidak akan meninggalkan ulama. Kami akan selalu mendengar dan menjalankan fatwa ulama sebagai bagian dari perjalanan keilmuan dan amaliyah,” tambahnya.

Dia menyampaikan, UT hadir sebagai kampus yang terbuka, fleksibel, dan inklusif. Sistem pembelajaran jarak jauh yang diterapkan memungkinkan siapa saja, termasuk para santri, untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan aktivitas utamanya di pesantren.

Al Mukarrom Romo KH. Ahmad Shobri pendiri dan pengasuh Ponpes Al Falah Tinggarjaya Jatilawang, menyampaikan tentang Dzikir Ghofilin antar lain dengan membaca surat Al Fatihah seratus kali, ayat kursi satu kali, Asmaul husna satu kali, doa sapu jagat, Rabbanā, ātinā fid dunyā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nār satu kali, Sholawatul muqorrobin, Shallallahu ala Muhammad tiga ratus kali, Istiqhfar (Astaghfirullahaladzim) seratus kali, Lā ilāha illallāh seratus kali.

Ayat ayat suci Alquran dan Sholawat kepada Junjungan Kita Nabi Besar Muhammad SAW bergema dan Berkumandang di Aula Lantai 4 Universitas Terbuka Purwokerto.