Back

Kolaborasi Kampus Internasional: IIUM, Unsoed, dan UT Purwokerto

pokdkan-foto-1
previous arrow
next arrow

Banjarnegara – Kolaborasi akademik internasional antara International Islamic University Malaysia, Universitas Jenderal Soedirman, dan Universitas Terbuka Purwokerto diwujudkan melalui kegiatan pendampingan mahasiswa internship di kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara pada Kamis, 12 Maret 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program praktik lapangan mahasiswa dari International Islamic University Malaysia yang melakukan pembelajaran langsung mengenai sistem budidaya perikanan di masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari aspek teoritis, tetapi juga memahami praktik budidaya ikan secara langsung di tingkat pembudidaya.

Delegasi dari International Islamic University Malaysia dihadiri oleh Assoc. Prof. Dr. Firdaus Nawi dan Dr. M. Fitri, Ph.D. Sementara itu, dari Universitas Jenderal Soedirman hadir Dr. Taufik Budhi Pramono. Dari Universitas Terbuka Purwokerto turut hadir Dr. Prasetyarti Utami yang didampingi Manajer Pembelajaran Drs. Suhartono serta dosen UT Purwokerto Indah Setia Utami, S.Si., M.Si.

Kunjungan ini bertujuan memberikan pendampingan akademik kepada mahasiswa internship sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan kelompok pembudidaya ikan dalam pengembangan teknologi budidaya yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Gapoktan Desa Gumiwang, Udiyono, menyampaikan pemaparan mengenai penerapan teknologi bioflok dalam budidaya ikan nila. Menurutnya, teknologi bioflok mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi ikan, terutama melalui optimalisasi penggunaan probiotik dalam sistem budidaya.

Ia menjelaskan bahwa sistem bioflok memanfaatkan kumpulan mikroorganisme yang terbentuk dalam air budidaya untuk mengolah limbah organik seperti sisa pakan dan kotoran ikan. Mikroorganisme tersebut kemudian membentuk flok atau gumpalan kecil yang dapat dimanfaatkan kembali oleh ikan sebagai sumber pakan alami.

Pemanfaatan probiotik dalam sistem bioflok memiliki berbagai keunggulan. Pertama, probiotik membantu meningkatkan kualitas air dengan mempercepat proses penguraian bahan organik sehingga kadar amonia dan nitrit yang berbahaya bagi ikan dapat ditekan. Kedua, probiotik mampu meningkatkan keseimbangan mikroorganisme dalam kolam sehingga lingkungan budidaya menjadi lebih stabil dan sehat.

Selain itu, penggunaan probiotik juga dapat meningkatkan efisiensi pakan karena sebagian nutrisi dapat diperoleh dari bioflok yang terbentuk di dalam kolam. Hal ini secara langsung mampu menekan biaya produksi, mengingat pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan.

Keunggulan lainnya adalah meningkatnya daya tahan ikan terhadap penyakit karena lingkungan budidaya yang lebih stabil serta adanya mikroorganisme yang berperan dalam meningkatkan kesehatan ikan. Dengan kondisi tersebut, tingkat kelangsungan hidup ikan dapat meningkat dan hasil panen menjadi lebih optimal.

Para dosen dan mahasiswa yang hadir tampak antusias mengikuti penjelasan serta berdiskusi mengenai penerapan teknologi bioflok di tingkat pembudidaya. Kegiatan ini juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan antara akademisi dan praktisi budidaya ikan di lapangan.

Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara International Islamic University Malaysia, Universitas Jenderal Soedirman, dan Universitas Terbuka Purwokerto diharapkan dapat terus berkembang dalam bentuk penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta program pertukaran mahasiswa yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sektor perikanan dan pemberdayaan masyarakat.