Kegiatan UPI Tahun 2017

LAPORAN UPACARA PENYERAHAN IJAZAH

UPBJJ UT PURWOKERTO MASA 2017.1

 

  1. A.Seminar

Sehari sebelum pelaksanaan UPI bertempat di Gedung Soemardjito Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto yaitu hari Senin 16 Januari 2017 dilaksanakan Seminar Mahasiswa dalam rangka UPI dengan tema “Dinamika Pendidikan Dalam Era Globalisasi” yang disampaikan oleh Pembicara pertama Dr. Hj. Siti Muflichah, SH., MH adalah Dosen Fakultas Hukum Unsoed, Sedangkan pembicara kedua adalah Drs. Rusna Ristasa, M.Pd adalah Dosen FKIP Universitas Terbuka. Pada acara Seminar tersebut, Kepala UPBJJ UT Purwokerto Drs. Samsul Islam, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada para lulusan, dan para lulusan diharapkan mampu menunjukkan kualitas dan menjaga almamater Universitas Terbuka.

Tema seminar dalam rangka Upacara Penyerahan Ijazah masa 2017.1 adalah “Dinamika Pendidikan Dalam Era Globalisasi”. Tema ini dilatarbelakangi karena Pendidikan sebagai potensi investasi yang sangat strategis bagi satu negara untuk mengembangkan sistem nilai-nilai dalam kehidupan. Peran pendidikan dalam kehidupan tidak hanya memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada peserta didik, namun diarahkan pada pembentukan sikap, perilaku, kepribadian seseorang mengingat perkembangan komunikasi, informasi dan teknologi dapat mengubah perilaku dan mempengaruhi pola pikir yang cukup besar dan tidak selalu memberikan dampak positif bagi peserta didik. Pendidikan harus diarahkan pada upaya proses humanisasi, yang artinya pelaksanaan dan proses pendidikan harus mampu merubah manusia memiliki budaya dan nilai yang tinggi (bermoral, berwatak, bertanggungjawab dan bersosialitas). Untuk mewujudkan capaian tersebut, pendidikan harus sejalan dengan aturan dan norma yang berlaku, implementasinya harus didasarkan pada fondasi pendidikan yang memiliki prinsip learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together. Seiring dengan perkembangan global, membuka peluang adanya pergeseran orientasi pendidikan dalam mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang unggul. Hal ini harus dilakukan secara fundamental dan populis melalui pendidikan yang berkarakter yang mampu menumbuhkan kesadaran diri yang berlandaskan pada sistem nilai yang dimiliki.

Berkembangnya berbagai segala aspek bidang dalam era globalisasi yang melanda dunia termasuk Indonesia berlangsung sangat cepat yang dapat menimbulkan dampak global, sekaligus menuntut adanya kemampuan manusia untuk mampu berdaya saing unggul dan mampu mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang sedang dan akan terjadi. Globalisasi semakin membuka diri bangsa dalam menghadapi bangsa-bangsa lain. Perlu adanya benteng yang kuat, sehingga batas-batas politik, ekonomi, sosial budaya antara bangsa semakin jelas. Meningkatnya persaingan antar bangsa yang cukup ketat dan tak mampu dihindari oleh setiap bangsa terutama bidang ekonomi dan IPTEK. Negara dengan Sumber Daya Manusia yang unggul dalam bidang ekonomi dan penguasaan IPTEK dapat mengambil manfaat dan keuntungan banyak dari negara yang lain.

Globalisasi tidak hanya terjadi di bidang ekonomi, namun juga terjadi di seluruh bidang kehidupan manusia, bidang sosial, ekonomi, pendidikan, hankam, budaya. Bahkan perkembangan global yang paling cepat adalah bidang teknologi informasi. Penguasaan teknologi informasi merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki oleh masyarakat yang akan memenangkan persaingan di kompetensi global. Kondisi tersebut menuntut sumber daya manusia yang memiliki keunggulan komperatif dan keunggulan kompetitif. Salah satu wahana yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul adalah melalui pendidikan.

Kemajuan teknologi, ketersediaan modal, barang, sumber daya manusia (SDM) berkembang semakin cepat dan tak mungkin dihindari dari negara manapun. Terkait dengan kondisi tersebut, tuntutan akan revolusi pendidikan akan semakin tinggi. Orientasi pendidikan harus berdasarkan pada keunggulan individu dalam perkembangan ilmu dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat luas dalam era domokratisasi, era teknologi informasi, era transparansi dalam dinamika pendidikan.

Dalam menghadapi globalisasi tanpa adanya persiapan yang kuat maka globalisasi akan menjadi sesuatu yang menakutkan dan akan berubah menjadi sesuatu yang negatif. Cara untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi globalisasi ini adalah dengan cara meningkatkan kesadaran dan memperluas wawasan. Cara untuk meningkatkan dan memperluas wawasan dapat dilakukan dengan berbagai cara, dan cara yang paling efektif adalah melalui pendidikan.

 

  1. B.Upacara Penyerahan Ijazah

Upacara Penyerahan Ijazah diselenggarakan oleh UPBJJ UT Purwokerto dilatarbelakangi karena tidak semua wisudawan mendapatkan undangan Wisuda di UT Pusat. Calon wisudawan yang mendapat undangan Wisuda ke UT Pusat adalah wisudawan yang mendapatkan grade tertinggi dalam program studinya sesuai prosentase quota yang diberikan UT Pusat ke masing-masing UPBJJ. Upacara Penyerahan Ijazah merupakan momen yang sangat berkesan bagi wisudawan. Selain wisudawan bangga telah resmi dilantik dalam prosesi kegiatan juga wisudawan merasa bangga terutama bagi wisudawan yang telah lulus dengan meraih predikat sangat memuaskan dan terlebih lagi Cumlaude.

Rata-rata jumlah mahasiswa UPBJJ UT Purwokerto yang teryudisium dari tahun 2013, 2014, 2015 dalam setiap semester hampir mencapai 3.000 mahasiswa. Untuk UPI 2017.1, jumlah peserta yang teryudisium kurang lebih sebanyak 2.357, sejumlah 264 terjaring Wisuda di UT Pusat dan sebanyak 2.000 mengikuti UPI di UPBJJ UT Purwokerto. Jumlah peserta UPI masa 2017.1 terdiri dari mahasiswa FKIP program studi S1 PGPAUD sebanyak 744, dari S1 PGSD sebanyak 996 , sedangkan dari FKIP Non Pendas, FISIP, FEKON, FMIPA sebanyak 299 dari program studi S1 Perpustakaan sebanyak 190, D4 Kearsipan sebanyak 1, D2 Perpustakaan sebanyak 14, S1 Ilmu Administrasi Negara sebanyak 30, S1 Ilmu Pemerintahan sebanyak 1, S1 Sosiologi sebanyak 1, S1 Akuntansi sebanyak 9, S1 Manajemen sebanyak 4, S1 Akuntansi Bidang Minat Akuntansi sebanyak 1, S1 Pendidikan Bahasa Inggris sebanyak 3, S1 Pendidikan Biologi sebanyak 1, S1 Pendidikan Kimia sebanyak 1, S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 5. Dari jumlah peserta UPI sebanyak 2.000, wisudawan yang mendapat predikat Cumlaude selain S1 Pendas masukan Bidang Ilmu sebanyak 33. Wisudawan dengan predikat Cumlaude pada saat prosesi wisuda akan diberikan selendang penghargaan Cumlaude sebagai wujud perjuangan yang telah diraih selama menjadi mahasiswa yang dibuktikan dengan kelulusan hasil yang maksimal. Wisudawan yang mendapat predikat Cumlaude juga mendapatkan penghargaan berupa plakat dari IKA UT Wilayah UPBJJ UT Purwokerto.

UPI (Upacara Penyerahan Ijazah) periode 2017.1 UPBJJ UT Purwokerto dilaksanakan dalam tiga tahap pada hari Selasa sampai Kamis pada tanggal 17 sampai 19 Januari 2017 di Gedung Soemardjito Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Sebanyak 2.000 lulusan yang mengikuti UPI dari program FKIP, FEKON, FISIP dan FMIPA. Pejabat yang hadir dalam rangka UPI adalah Rektor UT Yang diwakili oleh Ketua Lembaga Pengembangan Bahan Ajar, Ujian dan Sistem Informasi Universitas Terbuka (LPBAUSI) Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D, Rektor Unsoed, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kepala dinas Kabupaten serta kepala BKD se wilayah UPBJJ-UT Purwokerto, Hari pertama UPI yang meliputi Kabupaten Tegal, Pemalang, Pekalongan, Cilacap, Hari Kedua UPI meliputi Kabupaten Purbalingga, Brebes, Banyumas, dan Hari Ketiga meliputi Kabupaten Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen. Acara UPI Hari Pertama, kedua dan ketiga diawali dengan acara prosesi diiringi lagu Di Timur Matahari Mulai Bercahaya’ yang dinyanyikan oleh Paduan suara mahasiswa bidikmisi UPBJJ UT Purwokerto hari pertama, kedua. Paduan Suara dari mitra UPBJJ UT Purwokerto siswa SMA 5 Purwokerto pada hari kedua dan ketiga. Selingan pada acara prosesi UPI diisi dengan tarian Kipas oleh siswa SMU Negeri 3 Purwokerto pada hari pertama sebagai pemenang juara I lomba Tari dalam acara Dies Natalis UT Ke 31, dengan selingan paduan suara mahasiswa bidikmisi, pada hari kedua selingan tari diisi tarian Gemes dari SMU Rawalo sebagai pemenang juara II lomba tari dalam acara disporseni UT ke-31 dengan selingan paduan suara dari SMA N 5 Purwokerto, pada hati ketiga selingan tari lenggok dari SMA N 5 Purwokerto. Dan Pemberian penghargaan kepada wisudawan yang lulus dengan hasil terbaik juga disampaikan oleh keluarga IKA UT UPBJJ UT Purwokerto.

Rektor UT dalam sambutannya oleh Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. menyampaikan selamat atas kelulusan dan atas diraihnya kualifikasi serta gelar akademik sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing setelah tahapan perjuangan keras yang tak kenal lelah dan pantang menyerah selama menyelesaikan studi di UT. Ucapan selamat juga disampaikan kepada seluruh keluarga wisudawan yang ikut berperan dalam membangun ketangguhan belajar dan keberhasilan wisudawan. Rektor dalam pidatonya menyampaikan rasa syukur dan berbahagia, karena selama lebih dari tiga dasa warsa Universitas Terbuka (UT) telah melaksanakan amanah dari pemerintah untuk melayani dan mencerdaskan masyarakat, baik yang berdomisili di Indonesia maupun di luar negeri. UT telah melewati sebuah masa yang sangat penting dalam perjalanan sebuah perguruan tinggi yang menerapkan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh. Sejak berdiri pada tanggal 4 September 1984, UT terus berkomitmen untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang cerdas dan mandiri melalui pendidikan tinggi yang mengedepankan flexibilitas, keterbukaan, dan kualitas.

Pendidikan Terbuka sebagai Katalis Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia”. Tema ini sangatlah relevandi tengah tuntutan untuk meningkatkan daya saing bangsa di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) saat ini. Pendidikan terbuka menawarkan fleksibilitas untuk mengatasi kendala tempat, waktu dan akses. Dengan dukungan kemajuan teknologi yang sangat cepat pendidikan terbuka bukan lagi sebagai pendidikan alternatif namun telah menjadi salah satu mainstream sistem pendidikan tinggi di era dunia digital saat ini.

Di konteks Asia Tenggara dan negara dunia ketiga lainnya dimana aspek keadilan dan kualitas pendidikan masih menjadi kendala, pendidikan terbuka yang menggunakan model jarak jauh merupakan bentuk pendidikan yang sangat sesuai dengan kondisi demografis, geografis dan dapat mengatasi berbagai kendala lainnya. Semangat dan sprit pendidikan terbuka juga tetap dilanjutkan sebagai agenda Sustainable Development Goals (SDGs) 2015-2030 yang meletakkan pada tujuan keempat untuk menjamin pendidikan yang inclusive dan berkualitas untuk semua dan mendorong pendidikan sepanjang hayat (lifelong learning). Sering dengan Sustainable Development Goals 2015-2030 pendidikan terbuka menjadi sangat relevan sebagai milestones mewujudkan pendidikan tinggiberkualitas untuk semua. Sejalan dengan konsepsi pendidikan terbuka, keberadaan Open Educational Resources (OER) dan Massive Open Online Courses (MOOCs) dengan berbagai bentuk inovasi derivativenya merupakan factor pentingterwujudnya tujuan pendidikan bagi semua.   OER yang menjamin keterbukaan akses terhadap berbagai sumber pengetahuanb aik dalam bentuk digital maupun bentuk lainnya menjadikan pertukaraninformasidanpengetahuan dapat dilakukan secara bebas. Pemanfaatan OER secara optimal dapat diwujudkan melalui re-use, re-purpose dan re-mix dengan lokal konten sehingga akan terwujud akumulasi sumber pembelajaran yang semakin berkualitas.

Melalui OER yang semakin terakumulasi dan berkualitas, berkembanglah inovasi matakuliah terbuka melalui Massive Open Online Courses (MOOCs). MOOCs merupakan salah satu bentuk pendidikan terbuka yang dapat diakses oleh setiap orang baik yang gratis maupun berbayar. Saat ini tercatat lebih dari 4.000 MOOCs yang ditawarkan dan diikuti oleh hampir 17 juta peserta dari beberapa platform yang dominan seperti Coursera, Edex, Udacity, Future Learn dll. Bebagai platform MOOCs tumbuh sangat cepat mengingat manfaat dari MOOCs yang fenomenal. MOOCs yang sebelumnya didominasi oleh negara negara Barat (Western) dengan English Instruction, saat ini berbagai MOOCs dalam bahasa Non-English dan diselenggarakan oleh Non Western countries juga muncul di berbagai belahan dunia baik dari Asia, Latin Amerika, Afrika maupun negara-negara Eropa Timur. Hal ini akan mendorong terwujudnya budaya global yang multikultural.   Pada konteks Indonesia, Universitas Terbuka telah mengambil peran penting dalam tahap-tahap awal gerakan pendidikan terbuka di Indonesia hingga saat ini melalui pembukaan akses pendidikan tinggi berkualitas dengan berbagai fleksibilitas yang memanfaatkan teknologi. Selama 32 tahun UT telah memantapkan perannya sebagai pendorong pendidikan tinggi terbuka yang inclusive untuk memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat Indonesia meningkatkan kualifikasi dan kompetensinya.

Sejalan dengan gerakan keterbukaan global (global open movement )sejak akhir tahun 1990an Universitas Terbuka telah mengembangkan berbagai materi pembelajaran yang dapat diakses melalui laman internet secara gratis dalam bentuk OER. Selanjutnya, pada tahun 2012 UT memformalkan OER dengan mengadopsi lisensi terbuka (Creative Commons) untuk semua produk akademik yang dihasilkan oleh dosen UT. Berbagai OER yang dikembangkan oleh UT telah berhasil diintegrasikan dalam satu kanal yang disebut dengan SUAKA-UT atau sumber pembelajaran terbuka-Universitas Terbuka. SUAKA-UT meliputi berbagai sumber pembelajaran berkualitas dengan mengadopsi lisensi Creative Commons, seperti Portal Guru Pintar, UT TV , Dry Lab, jurnal-jurnal akademik, matakuliah ASEAN Studies, perpustakaan digital, dan materi-materi pengayaan berbasis online lainnya. Untuk memudahkan pertukaran metadata OER guna lebih memperluas visibility UT OER, sejak tahun 2015 UT mengembangkan Institutional Repository dengan menggunakan platform Open Access Initiative (OAI). Pada tahun 2014 sebagai kelanjutan dari program keterbukaan, UT menawarkan Massive Open Online Courses (MOOCs) sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dosen UT. Keberadaan MOOCs baik di Indonesia maupun dunia menjadi salah satu mementum yang penting bagi UT dan masyarakat Indonesia untuk dapat memanfaatkan fenomena global ini demi kemajuan pengetahuan dan pendidikan tinggi di Indonesia.